Sabtu, 30 Mei 2020

ETulis#2 "Jangan lelah menjadi baik"

Selamat Pagi, 
Bagaimana kabarmu? do'a dan harapan yang terbaik untuk orang-orang baik yang sedang menuju baik. 

Terbesit ingin menceritakan banyak episode-episode luar biasa yang menghampiriku saat ini. 

Mungkin sangat banyak diantara kalian yang menanyakan perihal: 

"Jangan terlalu baik, nanti dimanfaatin orang"

Bagiku, menjadi baik itu tidaklah mudah. 
Maksudmu?

Ya, tidak semua orang dapat bersikap "legowo" atas semua yang terjadi.

Perlu menjadi kesatria pemaaf yang siap untuk tetap sabar & baik walaupun tau "tidak diperlakukan dengan baik".

Karena dari kisahku, aku belajar bahwa setiap penerimaan yang baik tentunya harus diiringi rasa ikhlas yang baik pula.

21 tahun ternyata aku sudah melewati beberapa episode luar biasa yang sadar atau tidak dari sanalah proses diriku terbentuk sampai saat ini.

Tidak mudah, pasti. Selalu dipikirkan bagaimana baik maupun buruknya.

Karena lagi-lagi.. tanpa disadari dari kepingan-kepingan kejadian tersebut, terbentuk banyak sekali hikmah yang kudapat.

Perihal sabar, menerima, merelakan dan mengikhlaskan sesuatu yang tidak untuk kita.

Intinya adalah harus belajar menerima apapun yang sudah ditakdirkan untukmu.

Karena "tetaplah baik walaupun terkadang tidak diperlakukan dengan baik" maksudnya adalah.. apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. 

InsyaAllah dengan sikap dan perilaku yang kita lakukan sebaik-baiknya, feedback yang kembali ke kitapun akan yang baik-baik pula.

Jadi, jangan lelah menjadi pribadi yang berkualitas baik.

Karena Allah SWT selalu melindungi & mengiringi hambanya yang sedang dan terus berjuang menjadi lebih baik.


Bogor, 31 Mei 2020.
Salam penantian,

Alunansa.




ETulis#1 Terus Berjalan & Tetap Mengikhtiarkan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Bismillah..
Beberapa waktu lalu, akhirnya pertanyaan yang menghampiriku selama ini terjawab. bagaimana, maksud, dan tujuannya. mungkin tidak cepat, namun tidak juga terlambat. Allah Maha Baik :)❤

 ---------------CERITAKU, PAGI INI-------------- 

Sudah 3hari berturut22 selalu mimpiin hal yang bukan kuasaku. Yap betul, dia. Tak bertatap wajah, namun tersirat namanya setiap malam. Entah dalam mimpi itu akan mengisyaratkan sebuah pertanda atau hanya bunga tidur?:)

Selesai itu, terbangun. lalu? seperti biasa, menangis. pergi untuk bergegas mengambil air wudhu:) bukan karena ingin dia kembali, bukan pahami.

Kami sedang berkelana, bersama-sama. Mungkin dia tak memahami banyak maksud dari ini, banyak tujuan yang ingin diukir. dia belum paham, semoga dipahamkan segera. 

Aku bertanya: "apa ada yang ingin kamu jelaskan?" 
Dia menjawab: "tanpa aku beritahu, kamu sudah tau bagaimana dan apa penjelasannya." 

Aku hanya ini kepahaman yang jelas, bukan hanya seuntai kata-yang sudah jelas berujung sama.

Ikhlaskan, kata kawanku. pertahankan, ucap sahabatku.. 

Setidaknya, "bila tidak ada lagi bahu untuk bersandar... selalu akan ada sajadah untuk bersujud kepada Allah" .

Baiklah, Man Shabara Zhafira dan... 
bagaimana mungkin bisa terjadi? semua sudah menjadi takdirNya, kuasaNya, rahasiaNya. manusia hanya bisa berencana, Allah menentukan segalanya☺. 

Sejauh apapun dia pergi, jika memang terdapat banyak alasan untuknya datang kembali------dia pasti kembali, entah saat ini, nanti ataupun kelak~ 


Karena saat ini? kami butuh ruang:) ruang untuk memahami diri kami masing-masing.

Ruang yang dimana nantinya proses itu yang akan mendewasakan, lalu saling memahamkan. Aamiin aamiin allohumma aamiin..

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Bogor, 31 Mei 2020.
Salam penantian,

Alunansa

#Puisi1 "Akhir Berujung Temu"

Akhir Berujung Temu

Tuan,
Ada yang tertinggal dalam diriku

Tuan,
Ada yang menebar pilu dalam jarak kelambu

Tuan,
Jangan pernah memberi sebuah jarak
Sebab kau tak tahu apa dan bagaimanakah itu Rencana indah Yang Maha Tahu
Rencana tak terbayangkan Murabbiku

Tuan,
Mungkin saat ini kita hanya saling menunduk 
Tak terbesit sepatah katapun untuk terbentuk 
Tak jua terlihat berdekatan duduk
Hanyalah berdzikir mesra sebagai makhluk 

Tuan, Ikhlaskan dahulu setiap kisah dimasa lalu 

Tegarkan dahulu setiap rasa didalam qolbu 

Bahagiakan dahulu setiap hati yang sendu 

Tuan, 
Setiap yang patah akan kembali terarah Setiap yang jatuh akan kembali mengasah Setiap yang letih akan kembali berbamah Setiap yang lemah akan kembali mencegah 

Tuan,
Sudahkah kamu berdamai dengan masalalumu? 

Tuan, 
Sudahkah kamu bersiap untuk sedikit melupakan kepedihan kemarin? 

Kala itu, hujan bergeming nan syahdu 
Seakan terbesit menikam lara sendu Memunculkan cerita unik si pecandu Saling berjauhan namun merintih rindu Menjajarkan separuh hati yang mulai teradu 

Bukan tak ingin saling bertemu Namun hati berkata: " Jangan! Itu bukan hakmu" 

Tersentak raga ini, bila yang lalu itu "terkenang" Jarak saat ini hanyalah perisai rindu & do'a, Tuan. 

Ini bukanlah tentang; berjuang dan memperjuangkan 

Bukan tentang; ingin tahu dan mengetahui Bukan juga tentang; ingin memiliki dan dimiliki
Namun tentang yang menghebat mendekati Rabbnya 
Tentang mencintai dahulu pemilikNya dibanding ciptaanNya 

Berjuanglah Tuan, mendekati Rabbku. 
Aku pun sama, Mendo'akan yang terbaik untukmu, 
Untuk yang sama-sama sedang berjuang, Untuk yang sedang melesat di esok hari, Untuk yang sedang berproses menjadi baik, 
Salam syahdu, dalam baitan do'a. 
Entah siapapun kamu, dan dimanapun kamu

Doaku selalu menyertaimu.


Bogor, 31 Mei 2020.
Salam sepenantian,

Alunansa.

ETulis#3 "Proses Belajarku :)"

Semua ini terjadi beberapa tahun lalu, Allah memperkenalkanku, dengan banyak episode-episode luar biasa yang menghampiriku. Terkejut,...